Sabtu, 09 September 2017

Warung Sate Lezat di Malang

1. Sate Gebug
Para pecinta kuliner tempo dulu di Malang pasti sudah tak asing lagi dengan Warung Sate Gebug yang ada di daerah Kayu Tangan. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1920-an dan masih jadi tempat makan favorit warga Malang.
Karena tempatnya tidak besar dan terselip di antara deretan toko modern yang lebih mencolok, mungkin warga luar Malang yang ingin menjajal makan di sini agak sulit menemukannya. Cara paling mudah untuk memastikan lokasi Warung Sate Gebug adalah mencari restoran cepat saji McDonald's Kayu Tangan yang berdiri tepat di sebelah warung.
Bersantap di sini serasa kembali ke Malang pada tahun 1950-an. Tempat makannya khas, berupa gardu listrik lawas yang disulap jadi kedai bernuansa hijau tua. Bagian dalamnya pun menampilkan kekhasan bangunan zaman dulu. Di salah satu sudut bahkan masih ada pajangan radio mono yang populer beberapa dekade lalu. Tak heran banyak tamu berusia lanjut yang datang ke sini untuk berwisata kuliner sekaligus nostalgia.
Si pemilik warung sendiri yang mengantarkan pesanan ke meja pelanggan. Kalau masih kurang lauk, di setiap meja tersedia piring berisi mendhol pipih yang renyah.
Sate gebug ini dibanderol dengan harga Rp18.000per tusuk. Cukup mahal memang, tetapi karena ukurannya yang besar biasanya para pelanggan sudah puas dengan satu tusuk saja.

2. Sate Kambing Tongan 

 Saleh Bamazeruk merintis warungnya sejak 35 tahun lalu di kakai lima dengan sistem bongkar pasang. Jualan utamanya Sate dan Gule Kambing. Rupanya, dagangan itu menciptakan penggemar tersendiri.
Sampai 15 tahun lalu, warung pindah ke sebuah bangunan permanen di Jl. Ade Irma Suryani, dan menetap sampai sekarang. Rumah makan dengan 24 kursi itu hampir tak pernah sepi. Maka dibukalah cabang, yakni di Kepanjen dan Bengawan Solo, Malang. Dari ketiga tempat itu rata-rata dihabiskan 20-25 ekor kambing.
Bang Saleh sendiri kini tidak lagi terlibat langsung. Ketiga tempat sudah dikeola anak-anaknya. Yang di pusat, misalnya, ditangani Yahya, putranya yang menyerahkan urusan kasir kepada Lely, istrinya. Kebetulankeahlian Bang Saleh membuat bumbu sudah diwariskan kepada putri bungsunya yang cantik, Lubna. Tak hanya pengembangan menu: dari tangan dialah kenikmatan rasa masakan tercipta, termasuk Sop Kaki yang sedapnya sampai terbawa mimpi seorang pelanggan.
Buka Setiap hari pukul 09.00 - 23.00 WIB, Jum'at buka pukul 16.00 WIB. Libur/tutup: Idul Fitri (2 hari), Hari Raya Ketupat (1 minggu)

3. Sate Kambing Bunul

Kambing di Sate Bunul H. Paino diambil dari daerah pegunungan
tepatnya di daerah Dampit dan Nyawangan yang menggunakan pakan alami. Sensasi daging kambing asli hanya di Sate Bunul H. Paino sudah terbukti sejak 1973, Tulang dan daging di Sate Bunul H. Paino sebagai bintang utama yang wajib berkuwalitas prima, dan hanya kambing muda yang masuk kriteria.
Nah ? Semakin tambah yakin kan?
warung 1 : Jln. Hamid Rusdi Timur IV/315 Malang
Warung 2 : Jl. Raya Randuagung 62-64 Singosari
Wa : 081346878887
pin : 5ce8da0b

4. Sate Gule Bang Elias

 Awalnya berjualan berupa kaki lima di sebelah utara Klenteng, di Jl. Zaenal Zakse. Tahun 1958 mulai di kasin dengan buka depot sendiri di tempat sekarang.
Kambing yang dipotong adalah kambing pilihan, menggunakan kambing Jawa (karena kambing ini tidak bau) dan rasanya lebih enak. Daging kambing muda yang empuk sekali. Daging kambingnya dipanggang kering tetapi tetap empuk.
Gule kambingnya kuahnya tidak pakai cabe, santannya tidak terlalu kental dan aroma rempahnya tidak terlalu kental dan aroma rempahnya tidak kental dan menyengat, rasanya cenderung manis. Banyak orang yang mengatakan bahwa gule di sini adalah gule jawa. Meskipun begitu bumbunya meresap sekali di daging kambingnya, sehingga rasa daging kambingnya pun sedap sekali.
Bila kita makan nasi gule dan dicampur bumbu sate, maka rasanya akan terasa lezat.
Sate kambingnya bisa dimakan tanpa bumbu, rasanya sudah nikmat sekali, pelengkap bumbunya adalah kecap, bumbu kacang, brambang segar dan cabe. Di sini kita juga bisa membeli kepala kambing yang dibumbu gule dengan harga Rp. 30.00,-

5. Sate Pak Sabar

 Seperti namanya Pak Sabar, ketika kita ngantri sate ini juga harus sabar guys hehe, apalagi di waktu-waktu yang crowded dan pas jam makan malam tiba, karena ini hanya buka di malam hari aja sih. Sebenernya satenya juga kaya sate pada umumnya guys, Cuma gatau apa yang bikin antri abnget ini, dan menurutku sih dagingnya, bumbu kacangnya dan juga harganya yang murah. Untuk 10 tusuk sate ayam dihargai 10.000 aja kalo mau pakai nasi atau lontong bisa tambah 3.000 kok, atau kalo mau menu kambing disini ada tongsen harganya kalau gak salah sih 20.000. murah kan? Jadi wajar banget kalau tempat ini selalu ramai sama pengunjungnya guys.

Jajanan Kekinian di Malang

1. Gedhang Ganteng
Setahun terakhir ini dunia kuliner Malang meroket pesat. Kafe-kafe baru bermunculan. Vendor-vendor online pun semakin bertambah. Namun sangat jarang dari mereka yang memiliki menu khas, menu yang berbeda dari cafe lainnya. Menunya ituuuu semua. Lagi ngetrend es mangkuk, semua punya es mangkuk. Lagi ngetrend sosis, semua punya sosis. Lagi ngetrend bingsoo, semua bikin bingsoo. Sampai jadi gak niat singgah ke cafe baru karena menunya sama aja.
Tapi kali ini beda. Seperti namanya, Gedhang Ganteng yang terletak di Jl. Mayjen Panjaitan (seberangnya Serabi Gendut) menyajikan menu berbahan dasar pisang. Awalnya dulu menunya sebatas pisang goreng yang diberi variasi topping, tiga dessert, dua menu mie, satu menu nasi, dan beberapa varian minuman tentunya. Namun sekarang, menu dessert dan pisangnya sudah bertambah. Ada menu ayam-ayaman juga.
 
2. O'Lekker
 
 Jl. Bunga Coklat No.1, Tulusrejo, Malang City, East Java, Indonesia
081249903365
Alamat O'Lekker Malang Jl. Bunga Coklat No.1
Kuliner kekininian Lekker dengan Ice Cream
Harga O'Lekker Malang 12K - 23K

3. Sate Taichan "Goreng" 

Oke kembali lagi ke sate Taichan. Namanya kekorea-koreaan ya? Tapi, ternyata menu ini ya ciptaannya orang Indonesia juga kok. Memang, biarpun dibakar di atas arang seperti sate biasanya, Taichan ini hebat bener nggak jadi hitam karena dipilih daging ayam yang tidak berlemak. Tetep putih mulus ketika disajikan dengan lontong dan sambal bawang asam ala Vindy. Rasanya GoTaichan ala Vindy ini juwarak mengingat saya sukanya sate kambing berlemak dengan saus kacang kecap yang banyak. Soalnya rasanya memang totally beda waktu Taichan dimakan pake sambel bawang.
Dibandrol per porsi 20k, sebenernya kurang sih itu lontongnya. Coba ada pilihan nasi, sambel bawang di porsi saya pasti habis bis bis dimakan. Enak banget, sampe pengen pesen sambel bawang botolan aja buat makan siang di kantor.
Sudah bisa membayangkan rasa-rasanya dari tiap tempat ngemil baru yang ini? Tenang, bisa dipesan via ojek online juga kok kalau sedang males menembus hawa Malang yang adem kayak sekarang.

4. Warunk Upnormal

Baru buka empat minggu yang lalu, Warung Upnnormal telah menjadi tempat favorit untuk bersantai. Untuk mengganjal perut sebelum waktu makan malam tiba, Warunk Upnormal menawarkan banyak camilan dan minuman segar. Ada kudapan tradisional dan ala luar negeri yang bisa dipesan. Ada pisang bakar untuk mereka yang rindu dengan kudapan tradisional. Kalau ingin makanan yang lebih berat, ada aneka nasi. Warunk Upnormal yang buka mulai pukul 15.00 hingga 24.00  WIB ini berkonsep lounge sehingga tidak menyediakan makanan yang lebih berat. 

5. Otw Food Street 


 Di bulan kota Malang berbahagia karena bertepatan dengan ulang tahunnya, OTW FoodStreet turut hadir meramaikan wisata kulinernya. Masih berstatus soft opening dengan jam pelayanan OTW FoodStreet mulai jam 4pm hingga 10pm dan hari Seninnya libur. Diimpor dari Jakarta, OTW FoodStreet Malang rupanya sudah mulai menjadi jujugan penghuni kota. Alamat OTW FoodStreet bertempat di Jalan Bondowoso 20 Malang. Dekat dengan Niki Kopitian serta GH Koffie edisi baru yang pindah ke daerah Galunggung. Sampai hari ini saya masih saja gagal mencobanya karena ngeri melihat pengunjungnya, pun demikian menu OTW FoodStreet yang dipamerkan di Instagram dan di timeline orang-orang begitu menggoda.

6. Surabi Imut

 Serabi atau kadangkala disebut juga dengan surabi merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia. Serabi ini diolah dengan cara yang sederhana dan dimasak di atas tungku. Justru dengan pengolahan seperti ini yang menghasilkan cita rasa surabi yang lezat.
Seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang melakukan inovasi dengan resep serabi, baik dari pengolahan maupun cara memasak.
Mengikuti selera pasar, kini kamu bisa menemukan serabi yang disajikan dengan kreasi topping yang berbeda-beda, mulai dari telur, sosis, keju, selai, cokelat dan banyak lainnya.
Salah satu inovasi serabi tersebut bisa kamu temukan di Malang, tepatnya di salah satu kedai di jalan cokroaminoto yang dikenal dengan nama serabi imut. Kedai serabi imut Malang ini, membaurkan antara resep serabi tradisional dan modern.

Tempat Korean Food di Malang

1. Kimbap Rina (KIRIN)

Kedai Kimbap Rina Malang menyajikan berbagai kuliner mulai dari kimbap, dakgalbi, bingsoo, kimchi, sundubu jjigae, tokpokki, rapokki, odeng dan masih banyak lainnya. Bertempat di depan Hotel Grand Kalpataru Syariah atau tepatnya di Jalan Kalpataru 40, Kedai Kirin siap memanjakan lidah para penikmatnya mulai pukul 12 siang hingga sold old, biasanya sekitar pukul 8 malam. Setiap menu di bandrol dengan harga berbeda mulai dari harga Rp.18.000 sampai dengan Rp.27.500. Selain itu ada juga paket makan untuk kamu yang datang bersama teman atau keluarga. Sambil menunggu menu yang sedang disiapkan, Korean Lovers bisa menikmati MV korea yang sedang hits yang diputar di LCD yang cukup besar. Kimbap Rina / Kirin juga menyediakan system delivery order khususnya untuk daerah Malang Kota.
Alamat : Jl. Kalpataru no. 40, Kota Malang
Jam Buka : 12.00 WIB – Sold Out (Kamis & Libur Nasional : Libur)

2. Urban Pop 


Kafe yang satu ini wajib dikunjungi karena menawarkan suasana yang nyaman dengan dekorasi ruangan yang trendi. Tak hanya wallpaper dinding yang begitu berwarna, meja dan kursi yang disediakan pun akan membuat kamu betah berlama-lama di tempat ini.
Meski kafe ini ditujukan untuk K-popers yang menggilai K-pop dan tetek bengeknya, Kamu yang tak paham tentang dunia hiburan Korea Selatan pun akan menikmati saat berada disini. Bukan hanya tempat yang nyaman, makanan yang ditawarkan pun dapat menggoyang lidah kamu.

Harga yang dipatok untuk makanan dan minuman di Urban Pop Cafe cukup beragam, namun tetap ramah di kantong. Untuk Original Ramyun, hanya seharga Rp 18.000 saja dan Rp 22.000 untuk Super Hot Fried Ramyun. Sedangkan Lava Cake dibanderol dengan harga Rp 15.000.
Nah, untuk aneka Blemice, dibanderol dengan harga mulai Rp 13.000 saja, sedangkan teh Dilmah dibanderol dengan harga Rp 13.000 per porsinya. Minuman lain seperti Hot Cappucino dibanderol mulai harga Rp 15.000.
Alamat : Jl. Danau Maninjau Raya no. 85, Sawojajar, Malang
Buka setiap hari 11.00 - 22.00
3. Kimchi Story

Emang gak bisa disalahin gara-gara wabah Korea, Malang jadi muncul tempat makan yang mengusung tema atau menu Korean food. Salah satunya ya Kimchi Story ini. Apasih yang bedain nih tempat sama tempat makan yang lain?
Letaknya tepat dipinggir jalan dekat dengan lampu merah per4an galunggung. Kesan pertama adalah, SUSAH PARKIR. Kalau buat roda dua masih oke walaupun kalau misal rame rada maksa. Kalau kamu bawa roda empat, jelas gak bisa kamu parkir didepan pas, yang ada kamu harus memarkiran kendaraanmu di seberang jalan depan ruko-ruko. Tapi seat yang disediakan di Kimchi Story Malang gak terlalu dikit kok.
Menu yang mereka tawarkan juga gak yang banyak banget. Menu dengan olahan daging sapi mereka menyediakan dua menu, begitu juga dengan menu Soup atau Jjigae dan menu noodle. Selain itu ada menu wajib bagi Korean resto, yaitu tteopoki yang bisa kamu makan 2-3 orang (di menu sih tulisannya gitu) dan ayam atau chicken wing yang bisa kamu puterin dengan mozarela.
 4. Bingso

Hadir lagi varian kuliner baru di Kota Malang yang siap mengisi hari-hari kamu semakin bergairah seperti Cafe Bingsoo Malang yang berada di kawasan Bendungan Sutami, Lowokwaru Kota Malang. Sesuai dengan namanya Bingsoo adalah café yang menyediakan menu dessert ala Korean Pat Bing Soo. Dalam satu mangkok Pat Bing Soo Korea Dessert terdapat ice cream dan yogurt dingin, susu kental manis, puding dan beraneka macam buah-buahan seperti semangka, melon, anggur, kiwi, pisang, kacang merah dan lain sebagainya.
Tidak jauh berbeda seperti yang terdapat di Bingsoo Malang, dimana dalam satu mangkok patbingsu-nya terdapat es serut, ice cream, pudding, marsmellow, dan tidak ketinggalan kacang merah manis serta berbagai campur buah-buahan. Di Bingsoo Malang, Pengunjung dapat memilih beberapa varian dari Pat Bing Soo seperti Vanilla, Green Tea, Chocolate, dan Strawberry dengan harga mulai dari Rp.18.000. Selain menu PatBingSoo ada pula aneka macam menu sajian Hwachae diantaranya Sunkist Hwachae, Lhycee Hwachae, Melon Hwachae,  Mango Hwachae dan Ramynu Hwachae yang berisikan mie jelly, telur jelly serta dikombinasikan dengan 7 varian buah segar. Dengan hanya membayar seharga Rp.12.000, aneka menu Hwache ini sudah dapat dinikmati ketika siang-siang bolong. Adapun menu snack lainnya yang juga turut menemani waktu kamu ketika berada di Bingsoo Kota Malang diantaranya seperti Mie Ramen, Pop Chicken, French Fries, Chicken Rice Bowl (BBQ, Blackpapper, Cheese), Chicken Wing dan Sosis yang dikenakan harga mulai dari Rp.10.000 sampai dengan Rp.15.000 saja. Untuk pilihan tempat duduknya, Bingsoo Malang memiliki 2 lantai dengan konsep yang berbeda, jika kamu ingin lebih bersantai lama dengan tempat duduk sofa dan suasana lebih tenang bisa memilih di lantai 2. Bagimana tertarik untuk mencicipi kuliner Dessert ala Korea tapi tidak harus pergi ke Korea? Bingsoo Malang adalah pilihan tepat untuk kalian.

5. Kedai Seasoning

Bulgogi - Korean fried chicken - Korean snack
Jl.Kendalsari barat Kav.3, Kelurahan Tulusrejo, Tulusrejo, Lowokwaru, Malang City, East Java 65141
Open 11.30 - 21.00 (Rabu off)

Jumat, 08 September 2017

Candi-Candi di Malang

1. Candi Singosari

Salah satu peninggalan bersejarah di Malang adalah candi Singosari. Dikenal juga dengan candi Kendedes, dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir kerajaan Singasari yang meninggal tahun 1292. 

Didirikan tahun 1300 bersamaan dengan diselenggarakannya upacara shrada ditempat ini. Ciri khas candi singasari adalah dua arca raksasa Dwarapala, yang diyakini sebagai penjaga istana.

2. Candi Jago


Candi jago atau jajaghu didirikan antara tahu 1275 - 1300 M. dipercaya sebagai tempat penguburan abu raja Wisnuwardhana, raja ke 4 Singhasara. 
Memiliki hiasan ornamen yang indah, identik dengan candi penataran di Blitar. Terletak di desa Jago kec Tumpang sekitar 22 km arah timur kota Malang.
 
3. Candi Kidal
 
Candi Kidal memiliki tinggi 17 meter, namun sekarang tinggal sekitar 12,5 meter. Memiliki pondasi persegi empat, dengan pintu candi menghadap ke timur. Diatas pintu candi terdapat kepala raksasa dan singa dan memiliki ornamen cuplikan kisah mahabharata. Candi ini terletak di desa Rejo Kidal kec Tumpang, sekitar 24 km arah timur Malang.
 
4. Candi Badut
 
 Candi Badut terletak di Dukuh Gasek, Desa Karang Besuki, Kesamatan Dau, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Candi Badut terletak di kaki Gunung Kawi.  Candi Badut diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Tidar. Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun dan diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi. 
Kata Badut di sini berasal dari bahasa sansekerta “Bha-dyut” yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya. Hal itu terlihat pada ruangan induk candi yang berisi sebuah pasangan arca tidak nyata dari Siwa dan Parwati dalam bentuk lingga dan yoni. Pada bagian dinding luar terdapat relung-relung yang berisi arca Mahakal dan Nadiswara. Pada relung utara terdapat arca Durga Mahesasuramardhini. Relung timur terdapat arca Ganesha. Dan disebelah Selatan terdapat arca Agastya yakni Syiwa sebagai Mahaguru. Namun diantara semua arca itu hanya arca Durga Mahesasuramardhini saja yang tersisa. 
 
5. Candi Sumberawan
 
Candi Sumberawan hanya berupa sebuah stupa, berlokasi di Kecamatan Singosari Malang. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari. Candi ini Merupakan peninggalan Kerajan Singhasari dan digunakan oleh umat Budha pada masa itu.
Candi Sumberawan terletak di desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, +/- 6 Km, di sebelah Barat Laut Candi Singosari, candi ini dibuat dari batu andesit dengan ukuran P. 6,25m L. 6,25m T. 5,23m dibangun pada ketinggian 650 mDPL, di kaki bukit Gunung Arjuna. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya. Karena itulah disebut Candi Sumberawan.
 

Jagoan Kuliner Pedas Di Malang

1. Sambal Mak Tin

Bagi Anda penggemar kuliner pedas, wajib mampir ke warung Sambal Mak Tin. Sambal Mak Tin menawarkan konsep rumah makan nuansa tradisional prasmanan dengan 50 varian sambal.
Di warung makan milik Nanang Suherman ini, pengunjung bisa bebas mengambil nasi dan aneka lauk mulai dari cah kangkung, cah jamur, ayam goreng bebek goreng, tahu tempe, manuk goreng dan bebek ayam mecucu, yang paling populer.
Soal harga jangan kuatir, karena makan di Sambal Mak Tin satu porsinya cukup murah 8000-25000 rupiah saja.
Sambal Mak Tin buka 24 jam, dan ada kopi gratis bagi yang berkunjung ke warung jam 24.00-08.00 WIB.
Sambal Mak Tin ada dua cabang di Malang yaitu di Jalan Sunan Kalijaga Kavling 3 nomor 1 Kompleks Ruko DaQu belakang kampus UIN Malang dan di MT Haryono samping rumah makan padang murah depan Ivan Cell.

2. Ayam Goreng Nelongso
Berdiri sejak bulan Februari 2013, dengan menyewa sepetak pujasera di Jl.Sukarno Hatta Malang yang berukuran 2x3 meter,dan ayam goreng nelongso didirikan oleh mas nanang dan istrinya untuk mencukupi penghasilan keluarga, dan memutuskan membuka warungnya 24 jam penuh dengan pertimbangan ingin memonopoli pasar karna dirasa saat itu belum ada rumah makan yang buka penuh 24 jam dan saat itu hanya orang berjualan kopi yang mau buka sampai pagi. Dan juga dengan pertimbangan melihat lingkungan sekitar untuk jam malam masih ramai anak muda-muda nongkrong atau ngopi di pinggir jalan.

3. Ayam Sambal Bawang Mak Par
Meskipun saat ini banyak warung modern dengan segala konsep dan menu modern bertebaran di Kota Malang, lalapan Mak Par yang lokasinya juga tepat di depan Perumahan Politeknik Negeri Malang ini sejak pagi hingga sore hari selalu ramai dikunjungi pembeli, baik yang dimakan di tempat maupun yang memesan untuk dibawa pulang.
Di warung Mak Par para pelayan seolah tak pernah berhenti melayani pembeli yang datang silih berganti. Daya tarik di balik kesederhanaan menu yang disediakan lalapan Mak Par, pembeli bisa memilih sendiri bagian ayam yang diinginkan dan juga gorengan berupa tempe.
Setelah memilih bagian ayam yang diinginkan, pembeli bisa langsung memberikan kepada pelayan untuk kemudian dihidangkan dengan nasi hangat dan juga sambal.
Nah, dari sambal inilah yang menjadi daya tarik warung sederhana ini. Ada empat macam jenis sambal yang ditawarkan di lalapan Mak Par yaitu sambal kacang, sambal kecap, sambal tomat serta sambal bawang yang memiliki sensasi rasa paling pedas dibanding ketiga jenis sambal lainnya.
Aang Winata, salah seorang pembeli yang menikmati lalapan ayam di warung Mak Par ini kepada MALANGTIMES mengaku sering berkunjung untuk menikmati beragam olahan sambal disini, favoritnya adalah sambal bawang yang terkenal pedasnya.
"Cukup menggoda selera, harganya cukup murah untuk kantong mahasiswa, yang buat ketagihan sambalnya," ujar Aang yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa salah satu PTN di Kota Malang.
Meski jauh dari kosnya, ia mengaku rela datang dan antri di warung ini untuk menikmati pedasnya sambal bawang ala Mak Par.
Tak heran, ketika pengunjung menikmati lalapan ayam dengan berbagai olahan sambal, khususnya sambal bawang, bagaikan sedang 'berolahraga'. Tak sedikit karena 'saking' pedasnya hingga berkeringat dan berkaca-kaca.
Untuk menikmati lalapan ini, tak perlu merogoh kocek dalam, cukup dengan Rp 8.500, pengunjung dapat menikmati lalapan ayam plus gorengan dengan pilihan berbagai olahan sambal yang menggoda selera tentunya.

4. Lalapan Mbah Jayus

Sambal Bawang Mbah Jayus terletak di sebuah ruko di Jl Candi Sewu, sekitar 300 meter dari Universitas Widya Gama.
Untuk harga, masih tahap murah meriah dan pas dengan ukuran kantong, karena harga disesuaikan dengan lauk yang Ngalamers pilih dan banyak cabai yang digunakan. Lebih dari 10 cabai, dikenai harga khusus. Ayam Rp 7.000
Grengan Rp 1.500
Nasi putih RP 3.500
Jadi bagi Ngalamers yang hobi membakar lidah- penikmat sambal pedas dan belum pernah merasakan sego sambel mbok Djayus dan kebetulan jalan jalan di daerah Kota Malang cobalah melipir ke warung Mbok Djayus di seputaran daerah candi.
Pedesnya bikin dower…. Tapi mantep.. dan joss
So pasti perut kenyang, hati riang, mari kita pulang.
Sambal Bawang Tempe Penyet Mbah Jayus
Jl Candi Sewu Ruko No. 6 Malang
Buka mulai jam 11 siang hingga jam 3 dini hari

5. Ayam Geprek Mbok Judes

Ayam Geprek Mbok Judes ini cocok untuk Anda yang butuh porsi banyak dengan harga seminim mungkin! Seperti tagline yang ada di tempat makan ini: “Sego Sak Warek’e Sambel Sak Dhower’e”  memang bukan hanya sekadar tagline. Cukup dengan Rp10.000 Anda bisa menikmati ayam geprek dengan takaran sambel sesuai selera Anda, nasi sebanyak apapun yang Anda suka sekaligus Es Teh!
Ketika Anda masuk ke Ayam Geprek Mbok Judes, Anda langsung ke kasir untuk memesan menu sekaligus membayar di tempat. Kemudian Anda tidak segera ke tempat duduk yang ingin Anda tempati, namun ke bagian prasmanan. Ya, Ayam Geprek Mbok Judes memang menggunakan metode prasmanan, jadi Anda dapat makan sepuasnya. Meskipun Ayam Geprek Mbok Judes terhitung murah jangan khawatir untuk soal kenyamanan dan kebersihan tempat. Karena di sini tempatnya pun cukup terjaga, sehingga Anda bisa makan dengan nikmat. Selain itu dekorasinya pun membuat Anda akan terhibur, banyak gambar dan quotes yang lucu menghiasi setiap dinding di Ayam Geprek Mbok Judes.

Seni Tradisional Malang


 1. Tari topeng Malang

Tari Topeng Malang sangat khas karena merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing) sehingga akar gerakan tari ini mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali. Salah satu keunikannya adalah pada model alat musik yang dipakai seperti rebab (sitar Jawa) seruling Madura (yang mirip dengan terompet Ponorogo) dan karawitan model Blambangan.

2. Cerita Panji
Panji Pulangjiwo adalah tokoh dari Malang,Jawa Timur yang hidup pada masa Kesultanan Mataram sedang gencar-gencarnya dalam melakukan penyatuan pulau Jawa antara tahun 1600, saat itu Kesultanan Mataram sedang dipimpin oleh Sultan Agung. Panji Pulangjiwo adalah tokoh nyata yang namanya kemudian melegenda dalam sejarah Malang. Pada perang tahun 1614 antara Malang melawan Mataram, Panji Pulangjiwo inilah yang telah berhasil membunuh Tumenggung Surantani dari Mataram.

3. Tari tradisional

Seperti halnya di Kota lain, wilayah yang kental akan sisi budayanya ini juga memiliki tarian khas. Salah satunya yakni tari Beskalan. Umumnya, tarian ini dimainkan oleh empat orang penari wanita. Nama Beskalan berasal dari kata Bakalan yang dulunya dipertunjukkan dijalanan seperti pengamen.

Ciri khas kostum yang dikenakan para penarinya yakni sanggul yang dihias dengan cundhuk menthul yang terletak pada bagian kepala penari, lalu ada selendang yang disampirkan di leher, selanjutnya ada kemben yang dipadukan dengan ilat-ilatan, dan untuk bawahan digunakan celana selutut serta kain tambahan di sisi depan dan belakang celana. Tak cukup dengan itu saja, masih ada kaos kaki putih dan gongseng di kaki
Jika tari Remo lebih menonjolkan sisi maskulin, maka tari Beskalan ini lebih menunjukkan sisi kecantikan dan kelincahan wanita. Dimana dari sisi gerakan, tarian ini terlihat lebih lincah, dinamis, dan anggun daripada tari Remo.
Untuk musik iringannya, tari yang mulai berkembang pada tahun 1930-an ini diiringi oleh kendang, jidor, dan lain-lain. Namun, seiring waktu kini tarian ini lebih banyak diiringi oleh gamelan jawa dan laras slendro.
Cikal bakal munculnya tari Beskalan ini menurut beberapa sumber sejarah yakni merupakan suatu bentuk tarian ritual yang dilakukan oleh masyarakat Malang pada zaman dahulu ketika akan membuka lahan atau mendirikan bangunan. Pada saat mengawali penggalian tanah, biasanya diadakan ritual penanaman tumbal yang sering disebut cok bakal atau lazimnya dikenal sesajen. Umumnya, tumbal yang digunakan adalah kepala kerbau. Tumbal diartikan sebagai sedekah bumi yang harus dilakukan agar terhindar dari bahaya. Juga supaya lahan yang dibuka tersebut diberi kesuburan.
Tari Beskalan yang digunakan untuk mengiringi jalannya ritual tersebut dianggap sebagai wujud rasa syukur dan rasa hormat terhadap leluhur agar dijauhkan dari bahaya dan diberkati tanah yang subur serta rejeki yang melimpah. Selain mengiringi ritual, tarian ini meruapakan salah satu yang wajib ada di acara bersih desa. Namun, hanya beberapa daerah tertentu yang membuat peraturan ini.
Layaknya tarian tradisional lainnya, tari Beskalan menggambarkan rasa syukur dan hormat kepada leluhur. Juga merupakan simbol awal dari kehidupan.
Kini, tari Beskalan sering menjadi tarian pembuka acara-acara budaya dan juga sebagai tarian selamat datang untuk menyambut tamu-tamu besar ataupun rombongan wisatawan.

Kamis, 07 September 2017

Kebudayaan Malang

1. Topeng
Di Kota Malang terdapat seni pemahatan topeng yang asli bercirikan khas Malang. Berdasarkan beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa Topeng Malang adalah sebuah kesenian kuno yang usianya lebih tua dari keberadaan Kota Apel ini.
Topeng ini pun sudah diperkenalkan sejak zaman kerajaan Gajayana kala itu. Para pemahat Topeng Malangan sudah turun temurun sampai sekarang, walaupun jumlahnya tidak terlalu melonjak banyak. Pada jaman dulu apresiasi pada Topeng Malang ini diwujudkan dengan bentuk pertunjukan saat ada acara tertentu seperti pernikahan, selamatan, dan hiburan pejabat tinggi kala itu.
Topeng Malang sedikit berbeda dengan topeng yang ada di Indonesia, dimana corak khas dari pahatan kayu yang lebih kearah realis serta menggambarkan karakter wajah seseorang. Ada banyak ragam dari jenis Topeng Malang yang dibuat seperti karakter jahat, baik, gurauan, sedih, kecantikan, ketampanan, bahkan sampai karakter yang sifatnya tidak teratur.
 
2. Tari Topeng Malangan

“Tari Topeng Malang” dapat diartikan sebagai gerakan badan yang berirama dengan diiringi bunyi-bunyian dengan menggunakan penutup muka yang menyerupai muka orang. Tari ini murni berasal dari Malang.
Kedungmonggo sebagai sebuah dusun di kaki gunung Kawi merupakan salah satu kantong persebaran seni budaya tari topeng Malang.
Kondisi daerah Malang secara eksternal juga didukung dengan polesan konstruksi budaya Hindu-Jawa di lokasi sekitar dusun Kedungmonggo mengingat akar sejarah kemunculan tari topeng adalah hasil ritual kebudayaan Hindu.
 
3. Bahasa Walikan 
Bahasa Walikan Malang berasal dari pemikiran para pejuang tempo doeloe yaitu kelompok Gerilya Rakyat Kota (GRK). Bahasa khusus ini dianggap perlu untuk menjamin kerahasiaan, efektifitas komunikasi sesama pejuang selain juga sebagai pengenal identitas kawan atau lawan.
Jaman penjajahan, banyak pasukan Belanda yang menyusup menjadi mata-mata di dalam kelompok pejuang Malang. Mata-mata ini banyak yang mampu berkomunikasi dalam bahasa daerah dengan tujuan menyerap informasi dari kalangan pejuang GRK.
Seorang tokoh pejuang Malang pada saat itu yaitu Pak Suyudi Raharno mempunyai gagasan untuk menciptakan bahasa baru bagi sesama pejuang sehingga dapat menjadi suatu identitas tersendiri sekaligus menjaga keamanan informasi. Bahasa tersebut haruslah lebih kaya dari kode dan sandi serta tidak terikat pada aturan tata bahasa baik itu bahasa nasional, bahasa daerah (Jawa, Madura, Arab, Cina) maupun mengikuti istilah yang umum dan baku. Bahasa campuran tersebut hanya mengenal satu cara baik pengucapan maupun penulisan yaitu secara terbalik dari belakang dibaca kedepan.
 
4. Bangunan Tua Bersejarah

Kawasan Ijen, siapa yang tidak kenal dengan tempat itu, karena itu telah menjadi salah satu trade mark kota malang. Bangunan Kunonya yang tertata rapi dan juga jalannya yang membuat nyaman berkendara ataupun untuk berjalan kaki. Sayang saat mulai di renovasi dan diubah ke bangunan yang lebih modern.
Di Kota Malang selain Kawasan Ijen terdapat banyak sekali bangunan tua, seperti Toko Es Krim Oen, Gereja Kayu Tangan, Rumah Makan Inggil, Wisma Tumapel, Balai kota dan lain-lain. Tapi sekali lagi sayangnya banyak yang tidak terawat. Karena itikad dari Pemkot untuk melestarikannya sangat kurang. Jika bangunan kuno tersebut kalau bisa dilestarikan akan semakin menarik minat para wisatawan local maupun wisatawan asing.
 

Amazing Malang Template by Ipietoon Cute Blog Design